Tingkatkan Budaya Integritas, PT BPRS HIK Jawa Tengah Gelar Sosialisasi Strategi Anti Fraud

Dalam rangka memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta membangun budaya integritas di lingkungan kerja, PT BPRS HIK Jawa Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Strategi Anti Fraud yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh karyawan.
Kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh Bapak Ade Cepi Abdul Adzim, yang membawakan materi mengenai pentingnya penerapan strategi anti fraud sebagai bagian dari upaya pencegahan, pendeteksian, investigasi, hingga tindak lanjut terhadap potensi kecurangan di lingkungan perbankan.
Dalam pemaparannya, Bapak Ade Cepi Abdul Adzim menekankan bahwa pencegahan fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab unit tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan. Oleh karena itu, setiap pegawai diharapkan memiliki kepedulian, integritas, serta keberanian untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku dan melaporkan setiap indikasi penyimpangan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Selain membahas strategi pencegahan fraud, kegiatan ini juga mengulas berbagai faktor penyebab terjadinya kecurangan, pentingnya pengendalian internal yang efektif, penguatan budaya kepatuhan, serta implementasi manajemen risiko dalam setiap aktivitas operasional. Peserta juga diajak berdiskusi melalui studi kasus sehingga memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai langkah-langkah mitigasi risiko fraud.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh insan PT BPRS HIK Jawa Tengah semakin memahami pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan kepatuhan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dengan komitmen bersama, perusahaan optimis dapat menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud.
PT BPRS HIK Jawa Tengah senantiasa berkomitmen untuk memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sebagai wujud nyata dalam memberikan layanan perbankan syariah yang aman, terpercaya, dan berorientasi pada prinsip kehati-hatian.
